MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI MAGNET DI TEMAS 5 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 3 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING METODE PERCOBAAN SEDERHANA DI KELAS VI SD ISLAM AL RAUDLATUL AMIEN

 

Oleh Ismatuz Zakiyah, S.Pd.

Guru Kelas VI SD Islam Al Raudlatul Amien “Full Day Education”

Best practice merupakan salah satu bentuk publikasi ilmiah yang dapat dilakukan oleh guru. Praktik baik ini biasanya dimiliki guru saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Praktik baik tersebut didasarkan pada penguasaan substansi materi dan pedagogik yang teraplikasi di dalam kegiatan pembelajaran di kelas serta menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik.

Penulis merupakan salah satu peserta PPG dalam jabatan tahun 2023 yang menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya. Pada akhir pelaksanaan PPL PPG dalam jabatan tahun 2023 para mahasiswa diwajibkan untuk menyusun best practice dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Penulis melaksanakan PPL di SD Islam Al-Raudlatul Amien Kecamatan Kabupaten Gresik yang merupakan lembaga tempat asal mengajar. Penerapan praktik pembelajaran yang akan disusun sebagai best practice dilakukan pada kelas VI. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan hasil belajar pada materi sifat-sifat magnet. Pelaksanaan praktik dilakukan pada PPL 2 tanggal 10 November 2023. Penyusunan best practice menggunakan metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi) dengan melihat hasil dan dampak yang ditimbulkan setelah penerapan strategi yang digunakan oleh penulis.

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah kurangnya minat peserta didik dalam belajar mata pelajaran IPA materi sifat-sifat magnet karena guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovatif serta penggunaan metode dan media belajar yang belum menstimulus minat belajar peserta didik. Guru mengajarkan hanya sebatas konsep saja belum memberikan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik. Sehingga peserta didik kurang tertarik dan konsentrasi selama proses pembelajaran. Selain itu, rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan guru. Sehingga peserta didik menjadi malas belajar dan lebih memilih untuk bermain.

Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena banyak rekan guru yang mengalami permasalahan yang sama dalam proses pembelajaran. Sehingga praktik ini diharapkan mampu memotivasi memperbaiki diri saya sendiri dalam mengajar juga bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru yang lain.

Sebagai guru, saya mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik. Dalam praktik ini saya menyusun RPP menggunakan model dan metode pembelajaran yang inovatif, menyiapkan media pembelajaran dan melaksanakan kegiatan praktik tersebut, diharapkan tujuan pembelajaran dan hasil belajar peserta ddik dapat tercapai.

Bagi peserta didik, praktik baik ini memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Peserta didik tertantang dan terlatih untuk mengolah informasi dan menggunakan keterampilan berpikir kritis peserta didik untuk menyelsesaikan masalah.

Tantangan yang dihadapi adalah pada sintak mengorientasikan peserta didik pada masalah. Masalah yang dimunculkan belum menarik perhatian semua peserta didik di kelas. Hanya beberapa perserta didik yang fokus pada masalah yang diberikan. Hal ini dikarenakan pengetahuan awal peserta didik belum terbangun terkait konsep sifat magnet dengan prinsip kerja kereta Maglev yang memanfaatkan sifat magnet. Selain itu tantangan bagi guru adalah guru belum melakukan penilaian secara komprehensif terhadap semua aspek yang dinilai yaitu afektif, kognitif dan psikomotor. Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan guru untuk melakukan penialaian secara langsung pada ketiga aspek saat proses pembelajaran.

Pihak yang terlibat antara lain guru, kepala sekolah, rekan guru, dan peserta didik . Peran guru mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran dengan baik, menerapkan model pembelajaran yang tepat dan inovatif dan merancang kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan sintak model pembelajaran inovatif yang dipilih. Kepala sekolah melakukan supervisi secara berkala serta berkomunikasi dengan guru mengenai permasalahan di kelas. Selain itu rekan guru juga turut serta membantu dalam menyiapkan dan memberikan masukan dalam merancang pembelajaran. Peserta didik juga berperan sebagai obyek pembelajaran sehingga guru bisa mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

Langkah-langkah untuk menghadapi tantangan adalah proses pemilihan model. Dalam praktik ini guru menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah (PBL). Karena model PBL melatih kemampuan siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Peserta didik dilatih untuk mengolah informasi dan pengetahuan yang dimiliki serta melatih kemampuan berpikir kritis siswa.

Pada mata pelajaran IPA materi magnet guru memilih metode percobaan sederhana dengan media benda konkrit yaitu benda magnetis dan non magnetis. Metode ini dipilih karena peserta didik bisa berinteraksi langsung dengan media belajar. Selain itu peserta didik juga ikut mengamati dan mempraktikkan secara langsung sifat-sifat yang dimiliki oleh magnet. Sehingga peserta didik mengalami pembelajaran yang bermakna.

Sumberdaya yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran antara lain pemahaman kompetensi guru akan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), metode dan media, dan juga pemahaman guru terhadap materi pembelajaran. Sumber daya yang diperlukan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik antara lain pemahaman guru dalam membuat RPP sesuai dengan sintak dan juga kreatifitas merancang kegiatan-kegiatan yang membuat peserta didik lebih aktif dalam belajar. Rekan guru turut membantu dalam proses dokumentasi pembelajaran. Peserta didik sebagai obyek pembelajaran saat kegiatan pembelajaran dilakukan.

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini terlihat dari hasil belajar perserta didik 88,9% peserta didik tuntas mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini menunjukkan model pembelajaran berdasarkan masalah dengan metode percobaan sederhana dan media konkrit efektif pada materi sifat-sifat magnet.

Respon peserta didik menjadi lebih antusias dalam belajar karena proses pembelajaran dengan metode percobaan dan media konkrit pada materi sifat magnet menarik dan menyenangkan. Peserta didik terlibat aktif saat kegiatan percobaan dan menyajikan hasil karya atau presentasi hasil peercobaan di depan kelas. Sehingga pemahaman peserta didik pada konsep sifat-sifat magnet tercapai sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi yang diharapkan.

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh penguasaan guru dalam pengelolaan kelas, langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan RPP dan sintak model PBL, penggunaan metode dan media belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu kesiapan fisik dan mental peserta didik dalam proses pembelajaran juga harus dipersiapkan. Agar peserta didik siap belajar sesuai dengan rencana kegiatan yang sudah disipakan oleh guru.

 

 

 

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI MAGNET DI TEMAS 5 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 3 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING  METODE PERCOBAAN SEDERHANA DI KELAS VI SD ISLAM AL RAUDLATUL AMIEN

 

Oleh Ismatuz Zakiyah, S.Pd.

Guru Kelas VI SD Islam Al Raudlatul Amien “Full Day Education”

 

 

Best practice merupakan salah satu bentuk publikasi ilmiah yang dapat dilakukan oleh guru. Praktik baik ini biasanya dimiliki guru saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Praktik baik tersebut didasarkan pada penguasaan substansi materi dan pedagogik yang teraplikasi di dalam kegiatan pembelajaran di kelas serta menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik.

Penulis merupakan salah satu peserta PPG dalam jabatan tahun 2023 yang menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya. Pada akhir pelaksanaan PPL PPG dalam jabatan tahun 2023 para mahasiswa diwajibkan untuk menyusun best practice dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Penulis melaksanakan PPL di SD Islam Al-Raudlatul Amien Kecamatan Kabupaten Gresik yang merupakan lembaga tempat asal mengajar. Penerapan praktik pembelajaran yang akan disusun sebagai best practice dilakukan pada kelas VI. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan hasil belajar pada materi sifat-sifat magnet. Pelaksanaan praktik dilakukan pada PPL 2 tanggal 10 November 2023. Penyusunan best practice menggunakan metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi) dengan melihat hasil dan dampak yang ditimbulkan setelah penerapan strategi yang digunakan oleh penulis.

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah kurangnya minat peserta didik dalam belajar mata pelajaran IPA materi sifat-sifat magnet karena guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovatif serta penggunaan metode dan media belajar yang belum menstimulus minat belajar peserta didik. Guru mengajarkan hanya sebatas konsep saja belum memberikan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik. Sehingga peserta didik kurang tertarik dan konsentrasi selama proses pembelajaran. Selain itu, rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan guru. Sehingga peserta didik menjadi malas belajar dan lebih memilih untuk bermain.

Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena banyak rekan guru yang mengalami permasalahan yang sama dalam proses pembelajaran. Sehingga praktik ini diharapkan mampu memotivasi memperbaiki diri saya sendiri dalam mengajar juga bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru yang lain.

Sebagai guru, saya mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik. Dalam praktik ini saya menyusun RPP menggunakan model dan metode pembelajaran yang inovatif, menyiapkan media pembelajaran dan melaksanakan kegiatan praktik tersebut, diharapkan tujuan pembelajaran dan hasil belajar peserta ddik dapat tercapai.

Bagi peserta didik, praktik baik ini memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Peserta didik tertantang dan terlatih untuk mengolah informasi dan menggunakan keterampilan berpikir kritis peserta didik untuk menyelsesaikan masalah.

Tantangan yang dihadapi adalah pada sintak mengorientasikan peserta didik pada masalah. Masalah yang dimunculkan belum menarik perhatian semua peserta didik di kelas. Hanya beberapa perserta didik yang fokus pada masalah yang diberikan. Hal ini dikarenakan pengetahuan awal peserta didik belum terbangun terkait konsep sifat magnet dengan prinsip kerja kereta Maglev yang memanfaatkan sifat magnet. Selain itu tantangan bagi guru adalah guru belum melakukan penilaian secara komprehensif terhadap semua aspek yang dinilai yaitu afektif, kognitif dan psikomotor. Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan guru untuk melakukan penialaian secara langsung pada ketiga aspek saat proses pembelajaran.

Pihak yang terlibat antara lain guru, kepala sekolah, rekan guru, dan peserta didik . Peran guru mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran dengan baik, menerapkan model pembelajaran yang tepat dan inovatif dan merancang kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan sintak model pembelajaran inovatif yang dipilih. Kepala sekolah melakukan supervisi secara berkala serta berkomunikasi dengan guru mengenai permasalahan di kelas. Selain itu rekan guru juga turut serta membantu dalam menyiapkan dan memberikan masukan dalam merancang pembelajaran. Peserta didik juga berperan sebagai obyek pembelajaran sehingga guru bisa mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

Langkah-langkah untuk menghadapi tantangan adalah proses pemilihan model. Dalam praktik ini guru menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah (PBL). Karena model PBL melatih kemampuan siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Peserta didik dilatih untuk mengolah informasi dan pengetahuan yang dimiliki serta melatih kemampuan berpikir kritis siswa.

Pada mata pelajaran IPA materi magnet guru memilih metode percobaan sederhana dengan media benda konkrit yaitu benda magnetis dan non magnetis. Metode ini dipilih karena peserta didik bisa berinteraksi langsung dengan media belajar. Selain itu peserta didik juga ikut mengamati dan mempraktikkan secara langsung sifat-sifat yang dimiliki oleh magnet. Sehingga peserta didik mengalami pembelajaran yang bermakna.

Sumberdaya yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran antara lain pemahaman kompetensi guru akan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), metode dan media, dan juga pemahaman guru terhadap materi pembelajaran. Sumber daya yang diperlukan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik antara lain pemahaman guru dalam membuat RPP sesuai dengan sintak dan juga kreatifitas merancang kegiatan-kegiatan yang membuat peserta didik lebih aktif dalam belajar. Rekan guru turut membantu dalam proses dokumentasi pembelajaran. Peserta didik sebagai obyek pembelajaran saat kegiatan pembelajaran dilakukan.

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini terlihat dari hasil belajar perserta didik 88,9% peserta didik tuntas mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini menunjukkan model pembelajaran berdasarkan masalah dengan metode percobaan sederhana dan media konkrit efektif pada materi sifat-sifat magnet.

Respon peserta didik menjadi lebih antusias dalam belajar karena proses pembelajaran dengan metode percobaan dan media konkrit pada materi sifat magnet menarik dan menyenangkan. Peserta didik terlibat aktif saat kegiatan percobaan dan menyajikan hasil karya atau presentasi hasil peercobaan di depan kelas. Sehingga pemahaman peserta didik pada konsep sifat-sifat magnet tercapai sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi yang diharapkan.

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh penguasaan guru dalam pengelolaan kelas, langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan RPP dan sintak model PBL, penggunaan metode dan media belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu kesiapan fisik dan mental peserta didik dalam proses pembelajaran juga harus dipersiapkan. Agar peserta didik siap belajar sesuai dengan rencana kegiatan yang sudah disipakan oleh guru.

 

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Inputan yang harus diisi ditandai *